Gara - Gara Virus Corona, Harga Rumput Laut Anjlok di Jeneponto

samsir, 16 Feb 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

JENEPONTO - Nyaris para nelayan yang beralih profesi sebagai petani rumput laut rata -  rata mengeluh. Lantaran harga rumput laut drastis anjlok khusus di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Hal itu di ungkapkan oleh beberapa para petani rumput laut, seperti. Saharuddin Nai, Samsuddin dan Syarif Leo, kepada Indonesiasatu.co.id, Minggu (16/02/2020)

Warga kampung Ujung Tanah, Kelurahan Tamanroya, Kecamatan Tamalatea itu, mengaku merasakan nasib yang sama.

Saharuddin Nai mengatakan, bahwa harga rumput laut tahun ini (2020) anjlok Rp12.000 perkilo, dari sebelumnya 2019 kemarin harga rumput laut naik kisaran Rp23.000 ribu perkilo.

Diakui, harga rumput laut mengalami penurunan cukup drastis dari tahun sebelumnya gara - gara diduga munculnya virus corona.

"Ini gara - gara munculnya virus corona pak, yang mempengaruhi harga jual kami ke pedagang yang biasa datang ke rumah membeli hasil rumput laut saya," katanya.

Menurut dia, dengan munculnya virus corona, juga mempengaruhi distributor penyalur rumput laut mengekspor barangnya keluar negeri. Sehingga berdampak kepada para petani rumput laut yang mempengaruhi harga jual. ujar Saharuddin.

Tak hanya itu kata mereka, selain rumput laut. Rupanya virus corona juga diduga sangat mempengaruhi harga udang Lopster yang biasanya dibeli dengan harga Rp.1 juta perkilo. Namun, kali ini udang lopster sama sekali tidak dibeli.

"Jadi saya juga biasa pergi menjaring di laut, sambil menunggu hasil panen rumput laut saya satu bulan kedepan. Saya biasa dapat udang lopster dan itu saya jual kepedagan kalau naik tinbangannya sampai satu koli dibeli dengan harga satu juta rupiah. Tapi sekarang pedagang tidak mau beli lagi," ucap Samsuddin.

Termasuk ikan yang biasa di inpor, itu tidak ditimbang lagi. Sehingga di jual murah di pasar - pasar terdekat.

Olehnya itu, para petani dan nelayan berharap kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jeneponto untuk memfasilitasi bantuan alat rumput laut. Setidaknya bantuan bibit, tali dan jaring.

"Masalahnya pak, harga sangat jatuh, baru kita ini petani rumput laut modalnya juga besar, karena, kita harus beli tali dan bibit perton. Modalnya itu sekitar 10 jutaan," ujar Samsuddin.

Setahunya, warga Ujung Tanah itu, berpuluh puluh tahun sumber kehidupannya sebahagian hanya di laut. Mereka tidak pernah tersentuh bantuan sama sekali dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jeneponto, tambah nelayan lainnya, Bura.

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu