Dirjen PAS : Perlu Regulasi Mengatasi Tumbuh Kembang Balita di Lapas Perempuan

INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA-Peringatan Hari Kartini menjadi sebuah momentum untuk merefleksikan peranan penting perempuan dalam kemajuan bangsa tak terkecuali mereka yang berhadapan dengan hukum karena banyak faktor penyebabnya.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami pada peringatan Hari Kartini dan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-55 di Jakarta, Kamis (25/4) menyatakan sangat prihatin setiap tahun jumlah Warga Binaan Perempuan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) mengalami peningkatan.

”saat ini ada 14.538 WBP, bahkan ada 50 bayi yang menyertai ibunya di Lapas dan paling banyak di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Malang”. kata Sri Budi Utami.

Menurut Sri Budi Utami, pihaknya memberikan perlakuan khusus kepada balita yang berada di Lapas, yaitu tempat tidur, pemeriksaan kesehatan, dan pemenuhan gizi. Balita tersebut tumbuh bersama Ibunya di dalam sel hingga berusia dua tahun.

Lebih Lanjut Ia mengatakan hingga saat ini belum ada kebijakan yang jelas dari pemerintah untuk menyikapi permasalahan WBP yang memiliki balita. Kemungkinan pemerintah akan memberikan atensi  asimilasi, atau mungkin diintegrasikan dengan aturan yang cepat supaya bisa mengasuh putra putrinya lebih baik.

“sebenarnya tidak bagus bagi balita dan perlu ada regulasi mengatasi tumbuh kembang balita di Lapas Perempuan” ujar  Sri Budi Utami, usai acara Talkshow ‘Memandirikan Perempuan yang Berhadapan dengan Hukum’, di Graha Bhakti, Dirjen PAS..

Talkshow dalam rangkaian peringatan Hari Kartini dan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-55 menghadirkan narasumber perempuan inspiratif, yaitu Airin Rachmi Diany (Walikota Tangerang Selatan), Tri Palupi, Prof. Miranda Goeltom, Anna Maria (Desainer), serta pemandu acara Anie Rachmi. (hy)

 

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

* Belum ada berita terpopuler.

Index Berita